Jalan Khusus Truk Batu Bara Siap Dibangun di Sumsel

Otomotif532 Dilihat

10drama.com –, Palembang – Pemerintah Sumatera Selatanakhirnya mengumumkan dimulainya pembangunan jalan khusus untuk angkutan tambang guna mengurangi dampak lingkungan dan kemacetan yang disebabkan oleh pergerakan truk.batu baraPada 4 Agustus lalu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melakukan peresmian proyek di Desa Cempaka Wangi, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.

“Kita tunjukkan bahwa keinginan masyarakat benar-benar direspon dengan tindakan nyata,” ujar Herman melalui pernyataan tertulis, Selasa, 5 Agustus 2025.

Jalan hauling—jalur untuk armada tambang—sepanjang 26,4 kilometer ini dibuat dan akan dioperasikan oleh PT Levi Bersaudara Abadi (LBA), perusahaan lokal yang bergerak di bidang pertambangan batu bara. Proyek tersebut diwujudkan berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 74 Tahun 2018 yang mengatur prosedur pengangkutan batu bara melalui jalan umum.

Sejauh ini, menurut Herman, mobilitas truk pengangkut batu bara di jalan nasional sering mendapat keluhan karena menyebabkan kemacetan dan kerusakan jalan. Pergerakan kendaraan tambang tersebut juga mengakibatkan polusi udara dan debu di Lahat, Muara Enim, serta Kota Palembang.

Pada akhir bulan Juni 2025, jembatan di Desa Muara Lawai mengalami kerusakan parah setelah dilintasi empat truk pengangkut batu bara yang bergerak bersamaan. Truk-truk tersebut membawa beban antara 34 hingga 45 ton, sehingga merusak infrastruktur jalan nasional yang telah dibangun sejak tahun 1987. Jembatan jenisCalender Hamilton(CH) panjang 50 meter ini sebaiknya tidak dilewati oleh beberapa kendaraan berat secara bersamaan.

Dengan adanya jalan khusus yang lebarnya 30 meter, Herman memastikan bahwa angkutan batu bara tidak akan lagi bersinggungan langsung dengan permukiman dan fasilitas umum. Selain mengklaim bahwa emisi kendaraan berat, kebisingan, serta risiko kecelakaan telah berkurang, Herman menyebut jalurhaulinghal itu mampu memicu pertumbuhan aktivitas ekonomi baru di sekitar jalur yang diatur, serta tidak memberatkan lingkungan permukiman yang padat.

“Kemudian akan muncul warung makan, bengkel, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujarnya.

Herman meminta PT LBA terus memperhatikan akses masyarakat serta dampak sosial-lingkungan lain sepanjang proyek berlangsung, bahkan setelahnya. “Kepentingan warga sekitar harus menjadi prioritas, termasuk dalam hal penggunaan jalan dan kondisi lingkungan mereka,” katanya.

Proyek jalan khusus pengangkutan tambang ini diharapkan menjadi contoh infrastruktur pertambangan yang dapat beroperasi tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat. Jika sesuai rencana, pembangunan jalurhaulingitu diharapkan selesai pada Januari 2026.

.