Kronologi Kecelakaan Maut di Exit Tol Karawang, Bos Otomotif Jepang Tewas Tertimpa Truk

Otomotif319 Dilihat

10drama.com – Kecelakaan mematikan di pintu tol Karawang mengakibatkan kematian bos perusahaan otomotif Jepang. Yukihiro Nabae meninggal dunia setelah tertimpa truk.

Kecelakaan fatal di Gerbang Tol Karawang Barat menyebabkan kematian Yukihiro Nabae. Ternyata, dia bukanlah seseorang biasa di negara ini.

Berikut adalah rangkaian kejadian kecelakaan mematikan di pintu tol Karawang. Pemilik perusahaan otomotif Jepang meninggal dunia setelah tertimpa truk.

Berita dari 10drama.com menyebutkan bahwa sebuah truk pengangkut tanah dengan nomor plat B 9596 UQA mengalami kecelakaan dan terguling di pintu keluar Tol Karawang Barat, Jalan Tol Jakarta-Cikampek, pada hari Rabu sore (30/7/2025). Kejadian ini melibatkan kendaraan Toyota Voxxi dengan plat nomor B 2052 FBB yang dikemudikan oleh Yukihiro Nabae, seorang warga Jepang.

Yukihiro Nabae, seorang pria berusia 63 tahun, dinyatakan meninggal dunia saat di lokasi kejadian. Ia diketahui bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan rekayasa industri yang terletak di Cikarang Barat, Jawa Barat.

Sementara itu, sopir truk bernama Mamat (38) yang berasal dari Subang, Jawa Barat, mengalami luka ringan dan saat ini sedang mendapat perawatan di RS Rosela Karawang. Kepala Subbagian Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, menyampaikan bahwa korban sempat terkubur oleh muatan tanah, sehingga proses penyelamatan membutuhkan waktu yang cukup lama. “Kemacetan terjadi baik di dalam tol maupun jalan luar tol akibat proses evakuasi korban,” ujarnya.

Berdasarkan dugaan sementara, sopir truk kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan, sehingga kendaraan terbalik dan menabrak mobil korban yang berada di jalur kanan.

“Kemarin malam arus lalu lintas sempat terhambat, tetapi telah ditangani dan pagi ini kembali aman serta normal,” kata Ipda Cep Wildan, Kamis (31/7/2025).

Ia juga meminta para pengemudi untuk lebih waspada, mengingat masih terdapat sisa bahan tanah di pintu keluar tol Karawang Barat.

“Kami mengajak seluruh pengguna jalan agar lebih waspada dan taat pada aturan saat berkendara, khususnya di area gerbang tol yang sering mengalami kemacetan,” tambahnya.

Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Abdurrohman Hidayat, menyampaikan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam proses pemeriksaan lanjutan, termasuk kemungkinan adanya kesalahan dari pengemudi truk. Proses identifikasi dan penyelidikan di tempat kejadian dilakukan oleh Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Karawang.

 

Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di jalan tol Jakarta–Cikampek pada kilometer 49 yang mengarah ke Jakarta, yaitu di kawasan Kosambi, Karawang, pada Selasa (10/6/2025). Dalam kecelakaan tersebut, tiga unit bus terlibat, dua di antaranya merupakan kendaraan milik perusahaan otobus antar kota: PO Karunia Bakti dan PO Asli Prima.

Bus PO Asli Prima mengalami kerusakan berat setelah menabrak pembatas beton, sedangkan bus Karunia Bakti tampak masih dalam keadaan aman meskipun terlihat bekas tabrakan. Seorang penumpang dari bus PO Asli Prima dilaporkan terlempar keluar dari kendaraan.

Penumpang yang selamat terlihat berdiri di tepi jalan menantikan bantuan. Petugas Jasa Marga bersama tim kesehatan segera bertindak cepat untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan awal kepada para korban.

Setelah membahas kronologi kecelakaan maut di pintu tol Karawang, sosok pemimpin perusahaan otomotif Jepang yang tewas tertimpa truk langsung menjadi perhatian.

Berdasarkan laporan Tribunnews, Yukihiro Nabae lahir di Prefektur Aichi, Jepang, pada tahun 1962. Ia menyelesaikan pendidikannya dalam bidang teknik industri di Nagoya dan memulai karier profesionalnya di Nissen Chemitec Corporation, sebuah perusahaan manufaktur komponen otomotif berbahan plastik yang menjadi pemasok utama bagi Toyota dan Honda.

Pada tahun 1993, Nabae ditugaskan ke Indonesia untuk mendirikan PT Nissen Chemitec Indonesia yang berada di Karawang. Sejak saat itu, ia tinggal di Indonesia dan menjadikan Karawang sebagai tempat tinggalnya yang kedua. Ia menikah dengan seorang warga negara Jepang dan memiliki dua orang anak yang kini tinggal di Tokyo.

Selama lebih dari tiga puluh tahun, Nabae memimpin PT Nissen Chemitec Indonesia sebagai Direktur Eksekutif pertama. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati, disiplin, memiliki pikiran yang terbuka, serta memiliki visi yang jauh ke depan. Ia juga sangat memperhatikan perkembangan sumber daya manusia setempat.

Fasilitas Produksi Perusahaan Nissen Chemitec Indonesia

Pabrik PT Nissen Chemitec Indonesia (Ist) di bawah kepemimpinan Nabae, perusahaan tidak hanya berkembang dalam bisnis, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekitar. Nabae aktif bermitra dengan sekolah teknik dan politeknik di Karawang, menyelenggarakan pelatihan keterampilan kerja (vokasi), serta mendorong transfer teknologi dari Jepang ke Indonesia.

Beberapa kontribusi signifikan yang ia berikan antara lain: Menciptakan program pelatihan vokasi untuk lulusan SMK di Karawang, Mengadakan kerja sama dengan politeknik dan balai pelatihan kerja, Memulai proses transfer teknologi dari Jepang ke Indonesia, Menjadi mentor bagi banyak teknisi muda di Karawang.

Selain memimpin PT Nissen Chemitec Indonesia, Nabae juga menjabat posisi penting di PT Topsystem Asia Base yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat serta memperluas perannya dalam sektor industri otomotif nasional. (*)