Telkom Jamin Layanan Pelanggan Baru Meski Starlink Batasi Akses

Teknologi123 Dilihat

Teknologi -,JAKARTA— PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) memastikan pelanggan yang telah memesan maupun yang telah menggunakanStarlinktidak terkena dampak, mengikuti berita layanan satelit orbit rendah milikSpaceXitu tidak lagi menerima pelanggan baru di Indonesia.

Selain itu, Starlink telah hadir di Indonesia sejak Juni 2022 dan beroperasi melalui kerja sama dengan Telkomsat, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

“Pelanggan yang telah memesan dan menggunakan layanan tidak mengalami gangguan,” ujar VP Corporate Secretary Telkomsat, Fino Arfiantono, kepada Bisnis pada Senin (14/7/2025).

Fino menekankan bahwa yang akan terkena dampak dari kebijakan pembatasan adalah aktivasi baru.

Ia menyatakan bahwa seluruh penyalur Starlink di Indonesia telah mendapatkan pemberitahuan resmi mengenai penghentian layanan, demikian pula dengan Telkomsat.

“Starlink menghentikan layanan karena kapasitas yang telah penuh,” katanya.

Namun, Fino tidak membantah bahwa saat ini masih terdapat antrian pemasangan yang tertunda karena penghentian penerimaan pelanggan baru oleh Starlink.

Mereka juga memastikan telah memberikan pemberitahuan mengenai gangguan tersebut kepada pelanggan yang terkena dampaknya.

“Telkomsat sudah memberikan informasi kepada pelanggan baik melalui surat resmi maupun media lain,” katanya.

Hingga saat ini, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan Starlink melalui Telkomsat telah melebihi 3.000 node. Dari jumlah tersebut, Telkomsat hanya memberikan layanan kepada pelanggan perusahaan.

Sebelumnya dilaporkan, Starlink mengumumkan bahwa mereka tidak lagi menerima pelanggan baru di Indonesia melalui situs resmi mereka.

Perusahaan menyatakan bahwa aktivasi perangkat baru juga dihentikan sementara untuk pelanggan yang membeli melalui toko ritel atau penjual pihak ketiga. Kebijakan ini diambil karena kapasitas Starlink telah penuh di Indonesia.

“Starlink saat ini tidak menerima pelanggan baru di wilayah Anda karena semua kapasitasnya telah habis di seluruh Indonesia,” demikian pernyataan Starlink.

SpaceX menawarkan layanan Starlink Business dengan kecepatan unduh maksimal 220 Mbps dan latensi rendah di berbagai lokasi, agar menjaga kelancaran aktivitas perusahaan.

Starlink Business menargetkan berbagai bidang, seperti minyak dan gas, pertambangan, perkebunan, serta aktivitas di laut yang biasanya berada di area terpencil.

Selain Telkomsat, perusahaan lain yang terdaftar sebagai agen penjualan Starlink di Indonesia adalah Primacom dan Data Lake Indonesia.