Kab. Pessel, EraIndependen – Sejumlah warga nagari Kapujan, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, menyampaikan keluhan terkait penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dinilai tidak sesuai dengan hasil perencanaan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).
Menurut warga, anggaran dana desa yang diterima dari pemerintah pusat pada tahun 2023 mencapai Rp830 juta, tahun 2024 sebesar Rp933,636 juta, dan direncanakan Rp821,187 juta untuk tahun 2025.
Namun, warga menilai realisasi program yang dijalankan tidak mencerminkan ketransparansian anggaran sebesar itu.
Namun, yang sangat mencolok terdapat dalam program pembangunan fisik, yang tidak hanya terlihat sebagian kecil yang berbanding terbalik dengan anggaran yang digentorkan penerintah.
“Kami sebagai masyarakat tidak melihat kejelasan arah penggunaan dana tersebut”, ujar salah satu warga yang namanya tidak disebut media ini, Senin (26/05/25).
Kekhawatiran warga pun semakin terlihat setelah beberapa tokoh masyarakat, termasuk enam orang pelapor, berencana mendatangi kantor Wali Nagari untuk meminta penjelasan secara langsung.
“Kita sangat berharap Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan ketidaksesuaian tersebut”, pinta tokoh masyarakat tersebut.
Kemudian, ungkapnya lagi, Informasi dugaan penyimpangan ini juga telah tersiar di kalangan perantau asal Kapujan di Jakarta dan daerah lainnya.
“Mereka pun turut menyuarakan keprihatinan atas kondisi kampung halaman yang dinilai tidak mengalami kemajuan signifikan meski mendapat kucuran dana cukup besar”, bebernya.
Selain itu, Para perantau berharap pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mengambil langkah tegas agar pengelolaan dana desa di Nagari Kapujan menjadi lebih transparan dan tepat sasaran.
“Kita meminta Aparat Penegak Hukum (APH) agar memproses dugaan penyelewengan penggunaan dana desa ini. Sehingga dana yang dikucurkan pemerintah bernilai positif bagi masyarakat”, Ungkapnya lagi.
Sementara itu Walinagari Kapujan yang akrab disapa Supar ketika beberapa kali dihubungi via ponselnya tidak menjawab. (red)










