Waduk Cirata Terkontaminasi Merkuri, Ini Dampaknya

Gaya hidup139 Dilihat

10drama.com –, Jakarta– Kementerian Kelautan dan Perikanan menemukan adanya kandunganmerkuri yang melebihi batas yang diperbolehkan pada ikan budidaya diWaduk Cirata, Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan koordinasi terkait temuan tersebut.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) mengatakan, pencemaran air di Waduk Cirata yang menyebabkan kandungan merkuri pada ikan-ikan sekitar meningkat dan berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi, sebenarnya sudah terjadi sejak lama dan bukanlah kejadian yang baru muncul.

Kampanyer Jatam Alfarhat Kasman menyatakan, pencemaran berasal dari kegiatan industri, termasuk aktivitas pertambangan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. “Karena tidak diatasi, akhirnya menjadi berbahaya, padahal sudah terjadi sejak lama,” kata Farhat kepada Tempo pada Rabu, 16 Juli 2025.

Makanan dan minuman yang mengandung merkuri berisiko bagi kesehatan. Merkuri adalah salah satulogam beratyang sangat beracun dan berpotensi menyebabkan dampak serius terhadap kesehatan manusia. Bila masuk ke dalam lingkungan perairan, zat ini mungkin mengalami perubahan menjadi bentuk yang jauh lebihtoksik, yaitu metilmerkuri. Bentuk ini sangat mudah diserap oleh makhluk hidup kecil dalam lingkungan ekosistem dan secara perlahan menumpuk di dalam tubuh ikan melalui proses yang dikenal sebagai bioakumulasi. Dalam rantai makanan, kadar merkuri dapat meningkat secara signifikan, khususnya pada ikan besar atau hewan pemangsa yang berada di tingkat puncak trofik melalui mekanisme biomagnifikasi.

Paparan merkuri melalui mengonsumsi ikan yang tercemar bisa menyebabkan berbagaigangguan kesehatanSistem saraf pusat merupakan salah satu organ tubuh yang paling rentan, sehingga gejala seperti gangguan kognitif, gemetar, gangguan penglihatan, serta kesulitan dalam koordinasi gerak bisa muncul akibat paparan jangka panjang. Selain itu, organ penting lainnya seperti ginjal, sistem kekebalan tubuh, dan saluran pencernaan juga bisa terkena dampaknya.

Situasi ini semakin menimbulkan kekhawatiran bagi kelompok yang rentan, seperti ibu hamil dan anak-anak. Janin dalam kandungan, misalnya, sangat rentan terhadap neurotoksin seperti merkuri. Paparan selama masa kehamilan dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf bayi, sehingga meningkatkan kemungkinan keterlambatan perkembangan atau gangguan saraf yang bersifat permanen.

Dalam lingkungan perairan yang memiliki kegiatan budidaya intensif, seperti keramba jaring apung yang berlebihan, pencemaran merkuri bisa semakin parah akibat penumpukan limbah organik seperti sisa pakan dan kotoran ikan. Limbah tersebut menyebabkan kondisi minim oksigen (anoksik) di dasar perairan, yang mempercepat terbentuknya metilmerkuri. Akibatnya, tingkat racun dalam tubuh ikan meningkat dan menambah risiko bagi manusia yang mengonsumsinya.

Haura Hamidah dan Irsyan Hasyim membantu dalam penyusunan artikel ini.