Vinfast Menggabungkan Budaya Vietnam dan Indonesia di GIIAS 2025, Kemitraan dengan Didiet Maulana
Vinfast Menggabungkan Budaya Vietnam dan Indonesia di GIIAS 2025, Kemitraan dengan Didiet Maulana
Desainer Didiet Maulana ditunjuk oleh Vinfast untuk merancang ulang kostum Usher dengan menggabungkan unsur budaya Indonesia dan Vietnam.
Buliran.com -/ News
Panji Nugraha 25 Juli, 17.31 25 Juli, 17.31
Buliran.com –Vinfast Indonesia dalam gelaran GIIAS 2025 menggunakan strategi khusus melalui kerja sama budaya untuk menciptakan hubungan emosional yang lebih mendalam dengan masyarakat Indonesia.
Cara melakukannya adalah dengan memperkenalkan empat busana Usher Vinfast yang menggabungkan gaya Vietnam dengan unsur budaya Indonesia karya desainer Didiet Maulana.
Kariyanto Hardjosoemarto, CEO Vinfast Indonesia, menyatakan bahwa kolaborasi ini muncul dari keinginan perusahaan untuk berkembang tidak hanya dalam aspek bisnis, tetapi juga dalam hal nilai budaya setempat.
“Jika hanya memperhatikan sisi bisnis tanpa mengangkat budaya Indonesia, saya merasa ada yang kurang sempurna,” kata Kariyanto saat diwawancarai, Kamis (24/7/2025).
Ia melanjutkan bahwa inspirasi ini muncul sejak GIIAS tahun lalu, ketika Vinfast memperkenalkan pakaian yang mengusung konsep khas Vietnam, kemudian ia terpikir untuk menggandeng budaya Indonesia juga.
Desainer ternama Didiet Maulana diandalkan oleh Vinfast untuk merancang ulang kostum usher dengan memadukan filosofi budaya Nusantara ke dalam desain busana Vietnam, yaitu ao dai.
Didiet mengakui selama beberapa bulan melakukan penelitian mengenai ao dai dan menemukan bahwa selain bentuknya yang anggun, keunikan motifnya dapat dipadukan dengan teknik ikat khas Indonesia sesuai permintaan Vinfast.
“Bentuk ao dai yang indah dan menarik kami jadikan dasar, kemudian motifnya kami ubah agar sesuai dengan budaya Indonesia dengan menggunakan teknik ikat yang telah saya kembangkan selama belasan tahun,” ujar Didiet.
Sebagai simbol utama, bunga teratai—yang menjadi lambang nasional Vietnam—dipilih oleh Didiet sebagai dasar visual dalam pakaian tersebut, kemudian dikombinasikan dengan unsur tenun ikat khas Indonesia.
Menurut Didiet, teratai memiliki filosofi yang menggambarkan bagaimana sesuatu dapat berkembang menjadi indah meskipun berasal dari lingkungan yang kotor, hal ini sejalan dengan semangat perubahan dari Vinfast.
Didiet menegaskan bahwa ia merasa terharu karena ini pertama kalinya sebuah perusahaan otomotif berani memasukkan budaya Indonesia ke dalam citra mereknya, dan ia merasa termotivasi untuk memberikan sesuatu yang baru.
Pakaian kolaborasi ini dipakai oleh Usher Vinfast selama pameran berlangsung untuk menemani deretan mobil listrik seperti VF 3, VF 5, VF 6, VF e34, dan VF 7 yang ditampilkan di Hall 2 ICE BSD.
Kombinasi nilai budaya Indonesia dan Vietnam melalui busana usher tersebut, menurut Didiet, menjadi lambang bahwa dunia otomotif dan mode sama-sama perlu memprioritaskan inovasi, kenyamanan, serta penghargaan terhadap identitas lokal.
Copyright Buliran.com -2025
Related Article










