Upacara HUT ke-80 RI di Lapas Lubuk Basung Warnai Semangat Kebangsaan

Headline, Terbaru303 Dilihat

Kab. Agam, Eraindependen – Suasana khidmat menyelimuti upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung, Minggu (17/08/25).

Upacara yang diikuti oleh jajaran pegawai, pejabat struktural, serta warga binaan tersebut berlangsung dengan penuh rasa nasionalisme dan kebersamaan.

‎Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, Teks Proklamasi, hingga menyanyikan lagu perjuangan “17 Agustus 1945” dengan penuh semangat.

Bertindak selaku inspektur upacara, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lapas Lubuk Basung membacakan amanat Menteri Hukum dan HAM RI.

Dalam amanatnya, menekankan bahwa filosofi kemerdekaan bagi jajaran Kementerian terkait adalah memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi.

Menjamin akses perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM), meningkatkan pelayanan keimigrasian, serta memastikan sistem pemasyarakatan yang manusiawi.

Selain itu, Penegakan hukum yang tegak lurus, memberikan rasa keadilan, serta menjaga kepercayaan publik. ‎Penegakan Hak Asasi Manusia, di mana setiap warga negara memperoleh perlindungan dari segala bentuk pelanggaran

‎Pengelolaan keimigrasian dengan peningkatan kualitas pelayanan, pengawasan, dan penegakan hukum bagi pelanggar aturan.

‎Fungsi pemasyarakatan yang memperlakukan warga binaan secara manusiawi, merehabilitasi, dan mempersiapkan mereka agar kembali berkontribusi nyata di masyarakat.

Sementara, Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, Amd. IP., SH, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di dalam Lapas tidak hanya menjadi wujud penghormatan kepada jasa para pahlawan, tetapi juga momentum meneguhkan semangat pengabdian seluruh jajaran Lapas Lubuk Basung.

“Peringatan Hari Kemerdekaan ini menjadi pengingat bagi kita semua, baik petugas maupun warga binaan, bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab, kedisiplinan, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik”, tutur Budi Suharto.

Budi juga katakan, bahwa bagi warga binaan, ini adalah saat yang tepat untuk meneguhkan komitmen dalam mengikuti pembinaan agar kelak mampu kembali ke masyarakat dengan membawa nilai positif.

‎‎Upacara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur, lalu diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Momen ini menjadi simbol persatuan dan tekad untuk terus berkarya dan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata bagi bangsa. (Ade.A)

News Feed