Persaingan Harga Mobil Baru Guncang Pasar Mobil Bekas di Indonesia

Otomotif291 Dilihat

10drama.com –Perang harga mobil baru di Indonesia kini menyebabkan penurunan harga mobil bekas. Hal ini disebabkan oleh produsen asal Tiongkok yang memberikan pengurangan harga yang besar untuk menarik pembeli, memicu dampak berantai di sektor otomotif.

Kepala Eksekutif Perusahaan (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto, menganggap persaingan harga ini tidak hanya merugikan penjual mobil baru, tetapi juga para pedagang mobil bekas. “Jika terjadi persaingan harga, kondisi mobil bekas saat ini membuat para pedagang merasa stok mereka menjadi bernilai lebih rendah dibandingkan harga ketika mereka membelinya,” katanya di ICE BSD, Tangerang, Jumat 1 Agustus 2025, dilaporkan oleh Antara.

Dampak Persaingan Harga terhadap Mobil Bekas

Fransiscus mengatakan, fenomena ini memperparah situasi industri otomotif dengan mengurangi keuntungan harga mobil bekas. Akibatnya juga menyebar ke laba penjual yang bersaing sengit.

“Kondisi tersebut tentu tidak diinginkan. Oleh karena itu, secara rantai pasok, manufaktur, distributor, dan diler harus saling menguntungkan, sama-sama memperoleh keuntungan agar dapat menutupi biaya operasional mereka,” katanya.

Ia menambahkan, keadaan ini berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK). “Dan tidak ada pemutusan hubungan kerja atau pemecatan,” tambahnya.

Hyundai Indonesia memutuskan untuk tidak terlibat dalam persaingan harga ini. Menurut Fransiscus, pihaknya lebih fokus pada penyediaan layanan purnajual yang lebih unggul melalui program Hyundai Care. “Hyundai tidak akan terjebak dalam situasi perang harga. Kami akan menonjolkan layanan atau nilai yang kami berikan kepada konsumen,” tegasnya.

Dampak Penurunan Harga Mobil Listrik

Persaingan harga juga terlihat di segmen mobil listrik. Peluncuran BYD Atto 1 yang ditawarkan dengan harga yang kompetitif memicu merek lain untuk menurunkan harga, termasuk Wuling Binguo EV. Penurunan harga Binguo EV hingga Rp180 juta dalam waktu 7 bulan memicu para pemilik awal untuk membuat petisi di Change.org.

Petisi ini menunjukkan ketidakpuasan para pengguna yang merasa dirugikan karena harga jual kembali kendaraan mereka turun drastis. Wuling mengatakan bahwa penurunan harga bukanlah keputusan resmi dari pabrik, tetapi merupakan tindakan promosi yang dilakukan oleh dealer.

BYD di sisi lain menekankan bahwa strategi harga mereka berfokus pada efisiensi biaya kepemilikan, seperti biaya pengisian baterai dan perawatan.

Fransiscus menekankan bahwa persaingan harga semacam ini dapat merusak ekosistem industri otomotif. “Dalam rantai pasok, semua pihak harus mendapatkan keuntungan agar tidak terjadi kerugian di berbagai lini,” katanya.

Penurunan harga mobil baru secara otomatis menyebabkan mobil bekas mengalami penurunan nilai yang lebih cepat. Para pedagang mobil bekas kini harus menjual kendaraan dengan harga lebih rendah dari harga pembelian mereka agar sesuai dengan kondisi pasar.

Situasi ini juga memperberat beban bagi pembeli awal mobil baru yang merasa nilai kendaraannya menurun tajam dalam waktu beberapa bulan.

Perang harga ini menjadi masalah besar bagi sektor otomotif di Indonesia. Jika terus berlangsung, harga mobil bekas bisa turun drastis, merugikan baik penjual maupun pembeli.