Pengelola Bank Sampah Keluhkan Bantuan Pemerintah

Otomotif189 Dilihat

10drama.com –, Jakarta – Pegiat Bank SampahGunung Emas di Rawamangun, Vera Nofita, menilai keberadaan bank sampah di Indonesia masih menghadapi tantangan yang sama, yaitu kurangnya pengawasan dari pemerintah dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya.sampah.

Bank sampah ini sebenarnya di Jakarta sudah cukup banyak, bahkan di Indonesia berdasarkan data dariKLHterdapat sekitar 20 ribu bank sampah dan beberapa lokasi yang kami kunjungi, ternyata masalahnya sama,” ujar Vera dalam acara yang diselenggarakan WWF Indonesia di Artotel Senayan, Jakarta, Rabu, 30 Juli 2025.

Ia menyampaikan bahwa bank sampah sering kali tidak mendapatkan pengawasan berkala dari pihak pemerintah, sehingga sulit untuk berkembang. “Tidak adanya pengawasan rutin dari pemerintah membuat mereka kesulitan menjadi sebuah komunitas yang mampu membantu penyerapan sampah agar tidak terbuang ke hilir,” katanya.

Vera menambahkan, bank sampah yang berfungsi sebagai pengumpul limbah sering kali dianggap sebagaicameo. “Jadi bagian collecting-nya, ini masih belum menjadi anak kesayangangitu, masih sebagai cameo, tetapi dia menjadi ujung tombak untuk menjadi pendidik yang kompeten. Bagaimana cara melakukan pemilahan di sekolah, di kantor, green office, green school,” ujarnya.

Ia menyoroti kurangnya bimbingan dari pemerintah, meskipun regulasi mengenai bank sampah sudah ada. “Saat regulasi dibuat (tentang bank sampah) oleh pemerintah, baik dari tingkat atas, KLH, hingga Dinas, tidak ada bimbingan sama sekali. Kami merasakan selama 11 tahun, semuanya bersifat mandiri. Mandiri dan memang mencari jalannya sendiri, akar-akarnya juga dicari sendiri,” katanya.

Pendiri Bank Sampah Gunung Emas juga menyentuh isu utama lain yang sebenarnya tidak berada pada sampah, melainkan cara berpikir masyarakat. Ia memberikan contoh kebiasaan menganggap remeh sampah kecil seperti kulit permen. “Misalnya, hari ini kita menghasilkan sampah yang hanya satu lembar kulit permen itu dianggap tidak penting, tapi ketika dikumpulkan jumlahnya cukup banyak. Nah ini juga menjadi salah satu masalah.”habit atau pola perilaku,” ucapnya.

Bank Sampah Gunung Emas, menurut Vera, telah memberikan edukasi kepada ratusan sekolah dan kantor. Namun, komitmen jangka panjang masih rendah. “Belum ada yang kami temui sekolah atau kantor yang memiliki komitmen selama 10 tahun untuk menjadi nasabah bank sampah atau mengelola sampah di lingkungannya. Biasanya hanya bersifat seremonial saat ada lomba pemilahan sampah. Jadi sebenarnya sistemnya sudah tersedia, tetapi partisipasi masyarakat masih sedikit,” ujarnya.

Pada perayaan Hari Bumi sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyampaikan pentingnya mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan, termasuk memperkuat peran bank sampah.

Ketua Menteri telah mengeluarkan kebijakan terkait penutupan operasional TPAopen dumping. Hal ini menjadikan peran bank sampah sebagaisocial engineeringsangat penting dalam pengurangan sampah,” ujar Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkuler KLH, Agus Rusly dalam pernyataan tertulis, dilaporkan dari laporanAntara, 22 April 2025.

Sebulan sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan program 1 RW 1 Bank Sampah sebagai inisiatif nasional yang strategis. “Kami berencana membentuk 83.451 bank sampah baru dalam waktu 4 tahun (2025-2029),” ujar Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, dalam pernyataan resmi, 5 Maret 2025.