Kabupaten Solok, EraIndependen – Dalam pernyataannya terkait arah kepemimpinan Bupati Kabupaten Solok terpilih untuk periode 2025–2030, Dr. Adli menyampaikan kritik tajam terhadap Jon F Pandu, yang dikenal sebagai “pemimpin warga net.” Menurutnya, Jon Pandu terlalu sibuk dengan pencitraan dan aktivitas di media sosial, yang dapat menghambat upaya membangun program kerja strategis untuk kesejahteraan masyarakat.
Pertama Dr. Adli menyoroti tagline “Sejuk dan Damai” yang diusung Jon Pandu dan wakilnya, H. Candra, dalam visi-misi kampanye mereka. Ia menyebut tagline itu hanya strategi memenangkan hati warga media sosial tanpa memiliki substansi kuat yang relevan dengan budaya Minangkabau.
“Di budaya kita, basilang kayu dalam tungku, supayo api manyalo. Artinya, perbedaan pendapat dalam musyawarah adalah hal yang penting untuk menghasilkan pemikiran yang inovatif dan solusi produktif,” tegas Dr. Adli melalui telepon selularnya Minggu, (12/1) pagi.
Menurut Dr. Adli, pendekatan damai tanpa dialektika cenderung tidak menghasilkan perubahan signifikan.
“Sejuk dan damai itu tidak dialektika. Kita perlu kepemimpinan yang berani menghadapi perbedaan demi menciptakan solusi yang lebih baik,” ujarnya.
Kritik Gaya Bermedia Sosial
Dr. Adli juga menyoroti kebiasaan Jon Pandu yang masih aktif memposting video dan konten di media sosial setiap hari, meskipun sudah ditetapkan sebagai bupati terpilih. Adli menilai, intensitas bermedia sosial ini mencerminkan lebih banyak fokus pada pencitraan ketimbang perencanaan kerja strategis.
“Orang yang terlalu fokus menjadi konten kreator cenderung tidak berpikir strategis, melainkan lebih ke pencitraan. Padahal sebagai bupati, yang dibutuhkan adalah fokus pada program strategis untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Meski melayangkan kritikan pedas terhadap Jon F Pandu, Adli juga menyarankan agar Jon Pandu mulai mengurangi aktivitas bermedia sosial dan lebih banyak terlibat dalam perencanaan serta pelaksanaan program kerja nyata.
“Saran saya kepada Pak Bupati, kurangi bermain media sosial, tingkatkan kerja strategis. Jangan biarkan pencitraan menjadi penghalang untuk mencapai kesejahteraan sosial bagi masyarakat Solok,” tutupnya. (HSS)















