Jalan Panjang Pembuktian di Balik Terbang 7 Menit Drone Elang Hitam

Tekno208 Dilihat

10drama.com –, Bandung – Uji terbang perdana drone Elang HitamPada Senin kemarin, 28 Juli 2025, penerbangan berlangsung selama tujuh menit saja, mulai dari lepas landas hingga kembali mendarat. Dalam waktu tujuh menit tersebut, tim dari PT Dirgantara Indonesia menguji fungsi-fungsi sistem kunci yang terdapat pada drone itu hingga diperoleh profil terbang dasar secara lengkap.

Profil dasar yang dimaksud meliputi lepas landas, menanjak, manuver belok, terbang datar, dan mendarat. Meski berlangsung singkat, juru bicara PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Adi Prastowo, menyampaikan, “Ini adalah langkah yang penting dalam pengembangan selanjutnya karena semua tahapan penerbangan akan mengadopsi profil terbang dasar ini.”

Menjawab Tempomelalui keterangan tertulis, Adi menjelaskan bahwa Elang Hitam mampu mencapai ketinggian 250 meter di atas permukaan laut dalam uji terbang perdana tersebut. Jarak antara pengendali dan pesawat tanpa awak itu mencapai tiga kilometer.

“Angin samping cukup kencang saat penerbangan pertama, tetapi dapat diatasi karena pilot dan seluruh kru telah melakukan latihan sebelumnya di simulator serta berlatih prosedur darurat,” tambah Adi.

Uji penerbangan Elang Hitam, pesawat tanpa awak kelas menengah dengan kemampuan terbang tinggi dan lama (MALE), yang dibuat oleh dalam negeri, dilaksanakan di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, pada 28 Juli 2025. Dok. PT Dirgantara Indonesia

Ia menekankan bahwa uji terbang perdana merupakan pengujian konsep penguasaan teknologi, bukan uji sertifikasi. Pengujian konsep ini menjadi acuan dalam pengembangan berikutnya sebagai pesawat tanpa awak kelas MALE yang akan mendapatkan sertifikasi sesuai dengan kebutuhan negara.

Selain itu, fungsi dari sistem kunci yang diuji mencakup sistem listrik, sistem kontrol otomatis, sistem tenaga dorong, sistem telemetri, serta pengujian ketangguhan struktur dan sifat aerodinamika pesawat dengan konfigurasi yang tidak biasa.

Uji terbang juga menjadi yang pertama kali dilakukan Elang Hitam di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Uji terbang sebelumnya dilaksanakan di bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat, pada akhir 2021. Pada saat itu, sebagai salah satu riset prioritas nasional, Elang Hitam tidak berhasil lepas landas dari ujung landasan.

Pengunjung memperhatikan Pesawat Udara Tanpa Awak (PUNA) tipe Medium Altitude Long Endurance (MALE) saat peluncuran pertamanya di gudang PT Dirgantara Indonesia (Persero), Bandung, Jawa Barat, Senin, 30 Desember 2019. ANTARA

Drone Elang Hitam lahir dari konsep drone tempur atau kombatan yang dikembangkan oleh konsorsium besar pada tahun 2017, sebelum menjadi salah satu prioritas riset nasional periode 2020-2024. Konsorsium yang terlibat meliputi Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, TNI Angkatan Udara, PTDI, ITB, PT Len Industri, serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Selama masa tersebut, Elang Hitam dirancang sebagai drone militer.

Perubahan arah kebijakan pada tahun 2023 menyebabkan penundaan riset drone MALE Elang Hitam. Pemindahan lembaga-lembaga riset ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional membuat Elang Hitam, sebagai hasil akhir pengembangan, diserahkan utuh kepada PTDI sebagai mitra industri. Kini, fokusnya beralih ke drone tempur impor dari Tiongkok dan Turki.