Gianluigi Kritik Kerusakan Halmahera Timur, Soroti Eksploitasi Nikel

Hiburan155 Dilihat

10drama.com –– Komedian Gianluigi Christoikov turut memberikan komentar mengenai kerusakan lingkungan yang terjadi di Halmahera Timur, Maluku Utara, akibat kegiatan penambangan nikel.

Gianluigi mengungkapkan kemarahannya terhadap tindakan perusahaan yang melakukan penambangan, hingga membiarkan hak warga yang tinggal di Halmahera Timur, Maluku Utara diabaikan.

Ia juga menyesali tindakan pembatasan terhadap warga yang berupaya menyampaikan aspirasinya.

“Mereka hanya berbicara demi tanah leluhur yang telah tercemar, mengapa mereka harus ditahan?” ujar Gianluigi saat diwawancarai oleh awak media, Rabu (23/7).

“Aneh masa kini. Tanah dirampas, alam dihancurkan, mengapa warga diam saja,” tambahnya.

Masalah kerusakan lingkungan di Halmahera Timur yang diduga dilakukan oleh PT Position menjadi topik yang banyak dibicarakan di media sosial.

Berita ini pertama kali muncul setelah video kerusakan alam diunggah yang mengarah pada PT Position.

Gerakan #PTPositionMerusakLingkungan yang diungkapkan oleh masyarakat Halmahera Timur kini menjadi viral.

Gerakan ini melibatkan warga Halmahera Timur yang sedang berjuang untuk menjaga lingkungan tempat tinggal mereka.

Di sisi lain, tuntutan agar pemerintah selaku pemangku kekuasaan segera turun tangan dan memberikan sanksi tegas kepada PT Position terkait pengrusakan lahan adat di Halmahera Timur.

Perusahaan Position diduga telah merusak lingkungan Halmahera Timur melalui aktivitas pertambangan, yang menjadi penyebab kerusakan alam.

Diperkirakan telah banyak keluhan yang diajukan oleh warga sekitar mengenai kegiatan perusahaan tersebut sejak 2024, seperti kerusakan lingkungan, pencemaran air, hingga eksploitasi tanah adat.

Hal ini didukung oleh temuan tim pengawas lingkungan mengenai keberadaan lahan terbuka liar pada Februari 2025.

Perusahaan tersebut diduga beroperasi tanpa izin dari masyarakat setempat, mengingat lahan yang digunakan merupakan tanah tradisional.

Berdasarkan temuan tersebut, diperkirakan terjadi kerusakan lingkungan akibat penambangan nikel yang menyebabkan hilangnya tanah subur di Halmahera Timur.

Tidak hanya itu, warga yang berusaha melakukan protes diduga diberhentikan dan dipaksa kembali oleh pasukan bersenjata.

Warga sekitar merasa sedih dengan tindakan tersebut, karena mereka harus kehilangan sumber penghidupan dan lahan yang subur yang seharusnya bisa diwariskan kepada generasi berikutnya.(mcr31/jpnn)