Beberapa Fakta Menarik dari Dua Varian Baru Chery Tiggo Cross

Otomotif278 Dilihat

10drama.com –– Pada pekan ini (1/8), PT Chery Sales Indonesia (CSI) memperkenalkan dua varian terbaru Tiggo Cross CSH; Comfort dan Premium.

Untuk versi Comfort, dihargai sebesar Rp299,9 juta. Sementara itu, versi Premium dibanderol dengan harga Rp319,8 juta.

Kepala Penjualan CSI, Budi Darmawan, menjelaskan bahwa kehadiran dua varian baru tersebut didasarkan pada data yang diterima pihaknya bahwa terdapat segmen konsumen yang tertarik dengan teknologi hibrida karena asumsi mengenai efisiensi penggunaan bahan bakar, serta ada juga yang secara jelas menginginkan kendaraan yang bertenaga listrik.

Begitu pula mengenai fitur, data temuan CSI menunjukkan bahwa terdapat konsumen yang tidak membutuhkan berbagai fitur yang tidak berkaitan langsung dengan pengalaman berkendara. Sebagai contoh, Budi menyebutkan mengenai keberadaan sunroof.

Itulah yang menjadi dasar bagi pihak CSI merasa perlu mengeluarkan unit-unit yang memang dibutuhkan oleh konsumen tersebut melalui varian Comfort dan Premium.

Budi juga menjelaskan bahwa sepanjang perjalanan waktu ajang GIIAS 2025, pihak CSI hingga tanggal 31 Juli 2025 telah menemukan data lain yang menunjukkan bahwa model hibrida mendominasi penjualan di booth Chery. Di mana Chery Tiggo Cross CSH memiliki pangsa SPK sebesar 42 persen, model BEV (J6) mencapai 35 persen, dan kendaraan dengan mesin konvensional berada pada tingkat 22 persen.

Total SPK hingga tanggal 31 Juli 2025, menurut Budi, telah mencapai angka 1.405 SPK. Ia yakin bahwa hingga hari terakhir GIIAS 2025 (3 Agustus) akan tercapai lebih dari 2.000 SPK untuk Chery. Hal ini didasarkan pada pengamatannya, bahwa empat hingga tiga hari terakhir acara seperti GIIAS merupakan waktu di mana calon konsumen telah memutuskan pilihan setelah sebelumnya melakukan pencarian mobil di bursa.

Nominal dua ratus juta dan tiga ratus juta, menurut Budi, tetap dianggap sebagai kisaran harga yang paling sesuai bagi pembeli mobil baru saat ini.

Hal tersebut mirip dengan menghilangkan anggapan bahwa APM produk merek Tiongkok melakukan persaingan harga atau hal serupa. Masalah ini lebih khusus disampaikannya berkaitan erat dengan model bisnis pabrikan Tiongkok yang menjalankan produksi mobil secara terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir.

Kuasaan dalam satu naungan mulai dari proses pengolahan bahan baku hingga distribusi di bawah satu perusahaan memastikan seluruh proses berjalan jauh lebih efisien, yang berujung pada penawaran harga yang lebih kompetitif.

Selain itu, produk-produk dari Tiongkok seperti Chery sejak awal telah dijajarkan sebagai barang yang bersifat global.

Hal itu kembali membuktikan bahwa satu model dapat diproduksi dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan hanya membuat model-model berbeda yang dipasarkan untuk wilayah tertentu.(EW)