Asal Kata Tsunami dari Bahasa Jepang

Otomotif282 Dilihat

PERINGATAN gelombang tsunami telah dihapus di wilayah Kamchatka, Rusia setelah diguncanggempaMagnitudo 8,7. “Kepada warga dan tamu yang terhormat di wilayah Kamchatka, rekan kami dari Satelit Meteorologi Operasional Geostasioner telah mencabut peringatan tsunami,” ujar Menteri Situasi Darurat Regional Kamchatka Rusia Sergei Lebedev pada Rabu, 30 Juli 2025, dalam pernyataan video yang diunggah ke saluran Telegram pemerintah setempat, sebagaimana dilaporkanAntara.

Kata tsunami digunakan untuk menggambarkan gelombang besar yang menyerang daratan. Tsunami kini menjadi istilah resmi dalam dunia ilmiah global. Kata ini berasal dari bahasa Jepang, sebagaimana disebutkan di situs web. NPR.

Asal-usul Kata Tsunami

Tsunami berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang. Tsu artinya pelabuhan. Nami yang berarti gelombang. Dengan demikian, tsunami bisa diartikan sebagai gelombang pelabuhan. Nama ini muncul dari pengalaman para nelayan Jepang dulu, yang ketika kembali menemukan pelabuhan sudah rusak, tetapi saat berada di tengah laut merasakan adanya gelombang besar. Dampak gelombang terlihat jelas ketika sampai di pelabuhan, sehingga masyarakat Jepang pada masa itu menyebut kejadian tersebut sebagai tsunami, sebagaimana dikutipBritannica.

Kata ini mulai dikenal dalam karya sastra Jepang sekitar abad ke-17, terutama setelah terjadi gempa besar di kawasan Sanriku pada tahun 1611. Namun, dunia internasional baru mengenal istilah ini secara luas setelah bencana tsunami Sanriku yang mengerikan pada tahun 1896.

Laporan ilmiah yang disusun setelah kejadian tersebut mulai memakai istilah tsunami. Kata tsunami secara perlahan mulai menggantikan istilah sebelumnya, yaitu gelombang pasang (tidal wave)

Penggunaan istilah tidal wave Sebelumnya sering menimbulkan kesalahpahaman karena menghubungkan tsunami dengan pasang surut laut yang disebabkan oleh gravitasi bulan atau matahari. Padahal, tsunami terjadi akibat gangguan mendadak di dasar laut, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi di bawah permukaan air, atau longsoran. Komunitas ilmiah merekomendasikan penggunaan istilah tsunami yang lebih akurat agar tidak menimbulkan kebingungan.

Dengan berjalannya waktu, khususnya setelah peristiwa tsunami Samudra Hindia pada tahun 2004, istilah tsunami semakin diterima secara global. Saat ini, kata tsunami digunakan secara resmi dalam dokumen-dokumen bencana internasional, termasuk oleh organisasi seperti UNESCO dan PBB, tanpa perlu diterjemahkan ke dalam bahasa lain, sebagaimana tercantum di situs tersebut.Glossary UNESCO.

Sita Planasari membantu dalam penyusunan artikel ini