Hukuman Berlebihan, Marc Marquez Minta Perubahan Aturan Tekanan Ban

Otomotif205 Dilihat

Hukuman Terlalu Berat, Marc Marquez Minta Regulasi Tekanan Ban Diperbaiki

Hukuman Terlalu Berat, Marc Marquez Minta Regulasi Tekanan Ban Diperbaiki

Aturan tekanan ban di ajang MotoGP kembali mendapat perhatian, kali ini datang dari pembalap Ducati, Marc Marquez.

10drama.com -/ Sport

Dida Argadea 5 Agustus, pukul 15.30 5 Agustus, pukul 15.30

10drama.com –Aturan tekanan ban di MotoGP kembali menjadi perhatian, kali ini datang dari pembalap Ducati, Marc Marquez.

Juara dunia enam kali ini sependapat dengan tujuan aturan tersebut demi alasan keselamatan, namun ia merasa ada satu hal yang perlu diperbaiki yaitu sistem hukuman penalti yang dinilai terlalu berat.

Aturan tekanan ban ini berlaku sejak musim sebelumnya.

Pembalap yang tidak mampu mempertahankan tekanan ban minimal dalam persentase putaran tertentu akan mendapatkan sanksi.

Juga terdapat aturannya, yaitu tekanan ban harus 30 persen lebih tinggi dari tekanan minimum pada lomba sprint.

Sementara untuk balapan utama atau grand prix, tekanan ban harus mencapai 60 persen lebih tinggi dari tekanan minimum.

Hukumannya cukup berat, yakni 8 detik dalam lomba sprint dan 16 detik dalam balapan utama.

“Sebenarnya aku sependapat dengan aturan tersebut, karena hal itu berkaitan dengan keselamatan,” kata Marc Marquez dilansir dari Crash.net.

Namun, menurutnya, sanksi yang diberlakukan saat ini terlalu berlebihan dan tidak logis. Ia memiliki usulan agar hukumannya dipangkas.

“Benar, menurut saya hukuman penalti terlalu berat. Saya setuju jika penalti dikurangi beberapa detik, mungkin sedikit saja. Mungkin empat detik saja pada lomba sprint, dan delapan detik pada balapan utama terdengar lebih masuk akal,” katanya.

Marquez hampir mendapat sanksi dalam balapan sprint MotoGP Republik Ceko.

Ia sengaja mengurangi kecepatan dan melakukan slip stream agar tekanan ban kembali normal.

Bahkan rekan satu timnya, Pecco Bagnaia, mengalami kejadian yang lebih buruk.

Pada lomba sprint MotoGP di Ceko, kinerjanya tiba-tiba mengalami penurunan yang signifikan.

Diketahui bahwa ia secara sengaja mengurangi kecepatan setelah melihat pemberitahuan di panel kendaraan yang menunjukkan tekanan ban depan terlalu rendah.

Khawatir akan denda, Pecco yang sempat mempercepat ke posisi kedua akhirnya mengurangi kecepatannya hingga turun ke posisi ketujuh.

Sayangnya, diketahui kemudian bahwa pemberitahuan tersebut merupakan kesalahan elektronik dari motornya.

Ini secara langsung diakui oleh Gabriele Conti, insinyur elektronik Ducati.

Kami memang menghadapi kendala saat melakukan sighting lap dan di grid kami berusaha memperbaikinya.

Itu sedikit rumit, tetapi kami berhasil menyelesaikannya. Namun, masalah pertama justru memicu permasalahan lain yang tidak biasa (notifikasi yang salah), kata Conti, yang masih dikutip dari Crash.net.

Berkaitan dengan kejadian yang menimpa Bagnaia dan keluhan yang disampaikan Marquez, wajar bila tekanan untuk mengubah aturan tekanan ban semakin meningkat.

Copyright 10drama.com -2025

Related Article