Kadis Lindup Samosir Jelaskan Air Keruh di Danau Toba

Gaya hidup263 Dilihat

10drama.com -, PANGURURAN– Air yang keruh terjadi sepanjang garis pantai di kawasan Waterfront City Pangururan hingga ke Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir sejak beberapa hari terakhir. Keadaan ini menyebabkan ikan di wilayah tersebut meninggal.

Kepala Dinas Lingkungan Samosir, Edison Pasaribu, menyampaikan bahwa fenomena ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang berlangsung sejak tanggal 10 Juli 2025. Angin kencang yang menyebabkan lumpur di dasar danau terangkat membuat air danau menjadi keruh.

Angin kencang menyebabkan ombak setinggi satu meter, sehingga lumpur terbawa ke permukaan danau. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa air yang keruh ini menyebabkan kadar oksigen dalam air menurun. Akibatnya, ikan di wilayah tersebut mati.

“Pertama, angin kencang menyebabkan gelombang yang tinggi di danau. Akibatnya, lumpur yang ada di dasar danau terutama yang berada di sekitar pantai terangkat ke permukaan sehingga air menjadi keruh,” kata Kadis Lindup Edison Pasaribu, Selasa (22/7/2025).

“Pastinya berapa kerugian yang dialami masyarakat sekitar, kita belum bisa memastikan. Namun informasi yang diperoleh dari masyarakat, kerugian mencapai Rp 10 miliar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peristiwa alam ini terjadi dalam siklus lima tahunan. Mengingat, kejadian serupa telah terjadi lima tahun yang lalu.

Ini adalah peristiwa alam yang terjadi setiap lima tahun. Kejadian serupa juga terjadi lima tahun lalu. Ikan di sana mati akibat air yang keruh,” katanya.

Benar, pihak terkait tidak mampu memastikan tinggi gelombang. Secara kasat mata, ketinggian gelombang danau saat angin kencang mencapai sekitar 1 meter. Hal ini terbukti dengan munculnya busa di permukaan danau.

“Secara kasat mata, gelombang yang disebabkan oleh angin kencang mencapai ketinggian 1 meter. Karena angin kencang tersebut, busa putih tampak di permukaan danau,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, angin kencang di wilayah tersebut telah terjadi sejak tanggal 10 Juli 2025. Dan, yang paling hebat terjadi pada tanggal 15 hingga 17 Juli 2025.

“Angin kencang mulai terjadi sejak 10 Juli dan paling hebat pada sekitar tanggal 15 Juli. Saat ini, kondisinya mulai membaik,” jelasnya.

“Masalah angin memang sulit untuk diprediksi. Namun, untuk sektor pertanian dan perikanan mungkin bisa mencari lokasi lain yang cocok sebagai tempat budidaya ikan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan mengenai lokasi terjadinya air yang keruh.

“Lokasinya berada di Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Dari WFC, air yang keruh tersebut sudah terlihat jelas. Kami memperkirakan garis pantai mencapai 2 kilometer. Artinya, dari tepi Pulau Samosir hingga Pulau Sumatera,” ujarnya.

(cr3/www.10drama.com -).