90 Inovator Muda Perkenalkan Solusi untuk Indonesia di Puncak SDG Innovation Accelerator 2025

Otomotif265 Dilihat

KORAN 10drama.com –Sekitar 90 inovator muda dari 19 perusahaan terkenal mempersembahkan solusi kreatif untuk masa depan yang lebih berkelanjutan dalam acara SDG Innovation Accelerator for Young Professionals 2025: Penghargaan & Pameran Solusi yang diselenggarakan oleh UN Global Compact Network Indonesia (IGCN).

Acara ini menjadi ajang puncak perayaan perjalanan kolaborasi generasi muda perusahaan dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui gagasan dan tindakan nyata di lingkungan bisnis.

Josephine Satyono, Direktur Eksekutif UN Global Compact Network Indonesia menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program UN Global Compact yang telah diterapkan di berbagai negara guna memperkuat peran sektor swasta dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Selama delapan bulan, peserta yang tergabung dalam 23 tim mengikuti perjalanan yang sangat padat di SDG Innovation Accelerator.

Program ini menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem inovasi internal yang mendukung pengembangan solusi yang berdampak, sesuai dengan tantangan aktual, serta selaras dengan strategi bisnis jangka panjang.

Program ini melahirkan berbagai proyek yang tidak hanya memberikan kontribusi langsung terhadap agenda keberlanjutan perusahaan, tetapi juga menunjukkan kemampuan untuk direplikasi di berbagai sektor sebagai contoh inovasi yang dapat diukur dan fleksibel.

“Generasi muda tidak hanya menjadi pewaris, tetapi juga pelaku perubahan. SDG Innovation Accelerator memberikan mereka tempat yang aman untuk mencoba, mengasah kemampuan kepemimpinan, serta menciptakan solusi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berpeluang diterapkan secara lebih luas dalam industri,” kata Josephine.

Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan acara penganugerahan dan pameran interaktif yang diselenggarakan di Auditorium BRIN, Jakarta, pada hari Kamis 31 Juli 2025 kemarin.

Acara ini diikuti oleh lebih dari 250 peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah, dunia usaha, kalangan akademisi, serta organisasi masyarakat dan lembaga swadaya.

Pada sesi ini, seluruh anggota tim inovator muda memperkenalkan solusi yang telah mereka kembangkan secara langsung kepada para mentor senior, regulator, pelaku industri, serta pihak terkait lainnya.

Puncaknya, enam Tim Inovator Terbaik diumumkan yang terpilih melalui proses evaluasi independen dengan mempertimbangkan aspek kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan penerapan dalam lingkungan perusahaan.

Para pemenang akan mewakili Indonesia dalam UN Global Compact Leaders Summit di New York pada 23 September 2025. Salah satu tim akan diberi kesempatan untuk mempresentasikan solusinya dalam sesi SDG Innovation di hadapan para pemimpin global.

Wakil Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup, Kementerian PPN/Bappenas. Leonardo A. A. Teguh Sambodo menyatakan, forum ini menjadi tempat validasi serta wadah dialog kolaboratif antara pelaku industri, regulator, dan mitra penelitian, menciptakan dasar kolaborasi lintas sektor yang semakin kokoh di masa depan.

“Kolaborasi lintas sektor ini merupakan penggerak nyata perubahan. Program ini menjadi contoh bagaimana sektor swasta dan generasi muda bisa bersama-sama menghasilkan solusi yang jelas dan bisa diulang,” ujar Leonardo.

Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., yang diwakili oleh Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Bapak Hendrian, menekankan kepentingan kerja sama antara dunia penelitian dan sektor swasta dalam mempercepat agenda keberlanjutan.

Menurutnya, inovasi yang muncul dari kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan akan menjadi dasar yang kokoh untuk perubahan menyeluruh.

“Inovasi yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan kerja sama menjadi kunci keberlanjutan. BRIN mendukung penguatan keterkaitan antara penelitian dan sektor swasta melalui program seperti ini,” katanya.

Pada penutupan, Y.W. Junardy, Presiden UN Global Compact Network Indonesia, menekankan perlunya memperkuat kemitraan lintas sektor untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif, kreatif, dan bertanggung jawab.

Ia menekankan bahwa perubahan besar tidak muncul dari satu pihak saja, melainkan melalui kerja sama yang melibatkan seluruh pihak terkait secara aktif dan berkelanjutan.

“Kami yakin bahwa perubahan sistemik tidak muncul hanya dari satu pihak. SDGI menjadi bukti bahwa ketika generasi muda diberikan kesempatan untuk memimpin dan bekerja sama lintas sektor dengan keberanian, mereka bisa menjadi penggerak transformasi yang berarti bagi dunia bisnis, Indonesia, dan dunia,” ujar Junardy. (*)